Permintaan Maaf Wasit Kepada Timnas Portugal

Permintaan Maaf Wasit Kepada Timnas Portugal

Royalvip.orgPermintaan Maaf Wasit Kepada Timnas Portugal. Ronaldo merasa sangat kesal saat ia memberikan protes untuk gol nya yang di anulir oleh wasit saat melawan Serbia pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 beberapa hari lalu. Kejadian ini membuat Portugal gagal meraih kemenangan.

Saat itu, pada menit akhir, Ronaldo berhasil menaklukkan penjaga gawang serbia serta menjaringkan bola ke gawang lawan. akan tetapi, bola tersebut sempat di buang oleh kiper Serbia saat setelah bola melewati garis gawang.

Sial nya, wasit dan wasit garis tidak melihat bola tersebut sudah melewati garis gawang. Gol tersebut pun di anulir, dan pada akhir nya Portugal akhir nya bermain seri dengan skor 2-2.

CR7 terlihat sangat frustrasi dan sangat kesal karena keputusan wasit yang menganulir gol nya tersebut. Bahkan ia melempar ban kapten nya setelah sebelum ia masuk ke ruang ganti.

Jawaban dari UEFA : Supaya Adil

Teknologi garis gawang ialah salah satu faktor penting di dunia persepak bolaan, pada setiap liga menggunakan teknologi tersebut. Dan masih ada VAR yang juga seharus nya kini sudah biasa di gunakan oleh UEFA.

Meski demikian, menurut dari Goal internasional, Kenapa UEFA memutuskan untuk tidak menggunakan dua teknologi tersebut di karenakan tidak semua stadion yang di pergunakan untuk kualifikasi memiliki teknologi garis gawang serta VAR.

Komentar UEFA, ini akan menjadi tidak adil jika sistem tersebut di gunakan hanya di beberapa stadium saja, sedangkan di stadium lain tidak menggunakan nya.

Hasil nya, untuk memberikan rasa keadilan itu, UEFA memutuskan mengeluarkan peraturan untuk tidak menggunakan teknologi garis gawang dan VAR sepenuh nya saat kualifikasi.

Permintaan Maaf Wasit Kepada Timnas Portugal

Protes keras dari Ronaldo

CR7 seperti nya sangat kecewa dengan kejadian tersebut. Ia bahkan menegaskan bahwa masa depan Timnas Portugal di Piala Dunia 2022 terancam di karenakan kerjadian itu. Portugal kehilangan 2 poin yang sangat berharga.

“Menjadi kapten Timnas Portugal ada tanggung jawab terbesar dalam hidup saya dan ini membuat saya merasa sangat bangga. Saya akan selalu dan smemberikan yang terbaik untuk negara yang saya bela ini, itu tidak akan pernah bisa berubah,” tulis Ronaldo di akun sosmed Instagram nya.

“Akan tetai, akan ada masa-masa sulit yang perlu kami hadapi, khusus nya ketika kami merasa bahwa seluruh bangsa dan negara kami sedang di rugikan oleh kejadian ini.”

Permintaan Maaf Dari Wasit

Kejadian ini viral di karenakan protes Ronaldo yang di kartu kuning oleh wasit. Wasit yang mengadili laga tersebut, Danny Makkelie, kemudian menyampaikan permintaan maaf nya kepada Ronaldo dan kepada Timnas Portugal setelah pertandingan selesai.

“Sesuai dengan peraturan dan kebijakan FIFA, yang saya bisa hanyalah meminta maaf kepada pelatih timnas Portugal yaitu Fernando Santos. Serta dengan para pemain Portugal untuk apa yang telah terjadi saat pertandingan yang saya pimpin,” ucap Makkelie.

“Sebagai bagian besar dari tim wasit FIFA, kami selalu bekerja sesuai dengan peraturan dan membuat keputusan sebaik-baik nya serta seadil-adil nya. Ketika kami di beritakan karena kasus ini, jelas kami merasa tidak senang.”

Pelatih Portugal : Tidak bisa dimaafkan

Pelatih Timnas Portugal, Fernando Santos merasa tidak puas jika hanya dengan permintaan maaf wasit. Ia mendesak UEFA untuk bisa menyediakan teknologi garis gawang atau VAR pada babak kualifikasi berikut nya yang akan mereka lakoni. Yang kami rasa itu memang sangat penting.

“Wasit memang sudah meminta maaf dan saya menaruh respect besar kedapa dia, tapi masih tidak bisa di terima pada kompetisi sebesar ini tidak ada nya VAR dan teknologi garis gawang,” ucap Santos.

“Bola tersebut sudah masuk ke dalam gawang setengah meter, tidak ada lagi halangan di antara penjaga gawang dan garis gawang. Itu terlihat sangat jelas di dalam tayangan ulang,” tutup Santos.

Editor : Royalvip.org

Asli4d Agen Judi Bola Sportsbook Online Terpercaya
Deposit Dan Withdraw Tercepat
Asli4D 1
Asli4D 2

Updated: 30 Maret 2021 — 08:42